Pengertian dan Pengobatan Stroke Iskemik

Pengertian Stroke Iskemik adalah gangguan suplai darah ke otak yang diakibatkan tersumbatnya pembuluh darah otak. Stroke Iskemik (Stroke non Haemorrohagic) merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia menengah dan dewasa tua yang kebanyakan berkaitan erat dengan kejadian arteriosklerosis ( Trombosis) dan Penyakit jantung (emboli) yang diakibatkan adanya faktor predisposisi hipertensi. Oklusi pembuluh darah otak dapat disebabkan oleh suatu emboli, trombus antegrad atau penyakit intrinsik pembuluh darah otak sendiri misalnya. gangguan pembekuan, vaskulitis, angiopathi diabetica pada Diabetes Mellitus dan
sebagainya. Pada waktu muda, kehamilan dan penggunaan obat-obatan kontrasepsi diduga menjadi pencetus stroke.
Patofisiologi Stroke Iskemik
Pada orang dewasa normal, cerebral blood flow (aliran darah menuju otak) adalah 50-55 ml/100gram /menit.
Bila terdapat trombus atau embolus yang menyebabkan oklusi pada arteri otak, maka aliran darah ke otak akan berkurang. Otak sebenarnya sudah mempunyai mekanisme kompensasi untuk hal yang demikian, misalnya vasodilatasi. Tetapi jika sumbatan yang terjadi tetap berlangsung sehingga aliran darah ke otak <12 ml/100 gram/ menit, maka neuron akan menjadi anoxia dan akan mati dalam beberapa menit.
Trombus dapat mengakibatkan:
  • Mengurangi aliran darah sehingga terjadi iskemi jaringan
  • Memblok total aliran darah dan menyebabkan nekrosis jaringan
3 Faktor utama pembentukan trombus adalah:
  • Kelainan dinding pembuluh darah : Abrasi bagian dalam pembuluh darah
  • Kelainan sifat darah: abnormalitas faktor koagulasi, fibrinolisis, kadar lemak tinggi
  • Kelainan aliran darah : perlambatan/berhentinya aliran darah, aliran turbulen
Dalam postingan sebelumnya tentang mekanisme terjadinya penyakit stroke dan jantung koroner pada blog ini, pada bagan dapat dilihat terlepasnya trombus pada aliran darah dan terbawa aliran darah hingga pembuluh darah periferal dan menyebabkan penyakit yang  dikenal dengan penyakit embolisasi.
Berdasarkan perjalanan Klinisnya ada beberapa istilah atau Jenis Stroke Iskemik, antara lain:
1. TIA / Transient Ischaemic Attack - Stroke iskemik sepintas
TIA atau Transient Ischaemic Attack merupakan stroke iskemik sesaat karena disfungsi cerebral fokal akibat gangguan vaskular, dengan lama serangan sekitar 2-15 menit sampai paling lama 24 jam dan setelah itu pulih kembali
Patofisiologi TIA ( Transient Ischemic Attack )
Etiologi TIA tidak berbeda dengan cerebral infark, TIA terjadi akibat sumbatan yang kecil yang berasal dari pecahan sumbatan atau clot yang besar dan jauh. Emboli ini akan larut karena sistem fibronolitik tubuh sehingga aliran darah dapat kembali normal. Itulah yang menyebabkan TIA hanya bersifat sementara atau sepintas saja. Gejala yang ditimbulkan oleh TIA antara lain hemiparesis, hemiparestheisa, dysarthria, diplopia, dysphasia dan monocular blindness

2. RIND / Reversible Ischaemic Neurological Deficit - Defisit saraf oleh iskemik yang dapat pulih
Merupakan serangan stroke iskemik yang berlangsung lebih lama dari 24 jam dan kemudian pulih kembali dalam waktu kurang dari 3 minggu

Etilogi Stroke Iskemik
1. Thrombosis pembuluh darah
2. Emboli
3. Arteritis

Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran darah ke otak :
1. Keadaan pembuluh darah
2. Keadaan darah
3. Tekanan darah sistemik
4. Kelainan jantung

Patofisioligi Stroke Iskemik :
Stroke Iskemik erat hubungannya dengan aterosklerosis dan ateriosklerosis

Gejala Klinik Stroke Iskemik :
Gejala utama : Timbulnya defisiensi neurologik secara mendadak terjadi pada waktu istirahat dan kesadaran tidak menurun, Biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun

Terapi stroke iskemik:
Fase akut : 0 - 14 hari sesudah mulainya penyakit
Sasaran pengobatan:
Menyelematkan neuron yang terserang jangan sampai mati dan agar proses patologik lainnya tidak menggangu fungsi otak
Penggunaan Obat-obatan, biasanya untuk memulihkan aliran darah dan metabolisme otak yang terkena di daerah iskemik
Jenis Obat-Obatan untuk Pengobatan Stroke Iskemik:
1. Anti Odema Otak
2. Anti agregasi trombosit
3, Anti Koagulansia
4. Trombosilin
5. Obat-obat lainnya seperti Ca bloker Selektif dan sebagainya
Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat.

Posted by: Polobye Sidauruk
Berbagi Informasi Updated at: 06.47

0 komentar:

Posting Komentar