Penyakit Diabetes Mellitus

Penyakit Diabetes Mellitus atau dalam masyarakat indonesia sering disebut dengan "kencing manis" merupakan penyakit yang diakibatkan karena gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan karena defisiensi insulin secara relatif maupun absolut. Penyakit Diabetes mellitus biasanya di alami paling banyak oleh pria dengan usia diatas 40 tahun namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini terjadi pada usia dibawah 40 tahun.
Beberapa gejala yang umumnya terjadi pada penderita diabetes mellitus adalah berat badan turun yang tidak diketahui sebabnya (bukan karena diet atau hal lain yang sudah diketahui),  sering mengalami kesemutan, gatal, mata kabur. Namun gejala pada penderita penyakit diabetes mellitus yang biasa dikenal secara luas adalah Polyuri (banyak berkemih atau buang air seni), Polydipsi (banyak minum atau selalu merasa haus), Polyphagia (banyak makan).
Seseorang dapat dikatakan terkena diabetes mellitus bila kadar gulanya jauh melebihi standar normal. Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka penentuan seseorang menderita penyakit diabetes mellitus harus didasarkan pada pemeriksaan kadar gula di laboratorium bukan melalui test pack kadar gula. Pada pemeriksaan kadar gula yang diperiksa dilaboratorium adalah kadar glukosa darah bukan glukosuria. standar kadar gula sehingga seseorang dikatakan diagnosa pasti diabetes mellitus adalah:
  • Kadar gula sewaktu (vena) 200 mg/dl atau
  • Kadar glukosa darah puasa (vena) 126 mg/dl (puasa artinya tidak ada masukan kalori 10 jam terakhir) atau
  • Kadar glukosa plasma 200 mg/dl, 2 jam sesudah beban glukosa 75 gr.
Tipe Diabetes Mellitus
Tipe penyakit Diabetes Mellitus pada umumnya didasarkan pada penyebabnya, berdasarkan penyebabnya, ada dua kelompok utama tipe diabetes melitus. Secara umum penyakit diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi 2 tipe diabetes mellitus yaitu:
Diabetes Mellitus tipe 1 (IDDM, Insulin Dependent Diabetes Mellitus), Penyakit DM tipe 1 secara gampang digambarkan sebagai DM yang disebabkan karena produksi insulin berkurang (kinerja Insulin normal namun jumlah insulin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali). DM tipe 1 disebabkan  karena destruksi sel beta pankreas sehingga menyebabkan defisiensi insulin absolut. kerusakan sel beta pankreas dapat disebabkan oleh autoimun atau idiopatik.
Diabetes Mellitus tipe 2 (NIDDM, Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus), DM tipe 2 secara gampang digambarkan sebagai DM yang disebabkan karena Kinerja Insulin berkurang (Jumlah Insulin normal namun kinerjanya berkurang). Dalam bahasa yang agak rumit DM tipe 2 adalah DM yang disebabkan karena resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif. DM tipe 2 ini paling banyak penderitanya. Faktor resiko diabetes mellitus tipe 2 adalah kegemukan, kurang aktivitas, umur, dan genetik.
Selain 2 klasifikasi Diabetes Mellitus diatas ada juga beberapa tipe diabetes melitus lain namun sangat jarang disebutkan yaitu Diabetes Mellitus gestational dan DM tipe lain (infeksi, gangguan imunologi dll).

Kadar Gula Diabetes Mellitus
Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus
Komplikasi Diabetes Mellitus dapat terjadi pada pembuluh darah besar (macrovascular) maupun pada pembuluh darah kecil (microvascular). Beberapa komplikasi penyakit diabetes mellitus adalah:
  • Macroangiopathy, komplikasi/kelainan pada pembuluh darah besar berupa PAD (Peripheral Arterial Disease), CVD (Cerebro Vascular Disease) dan CHD (Coronary Heart Disease)
  • Microangiopathy, Kelainan pada pembuluh darah kecil, yaitu neuropathy, retionopathy, nephropathy
Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus
Pengobatan Diabetes Mellitus
Jenis obat Diabetes Mellitus yang diberikan sangat tergantung pada tipe Diabetes yang diderita (IDDM atau NIDDM) sebab setiap obat mempunyai fungsi masing-masing dan tergantung pada riwayat dan kondisi pasien penderita diabetes tersebut. Pengobatan diabetes mellitus dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu non drug therapy/terapi Diabetes mellitus tidak dengan obat (perubahan pola makan, latihan fisik) dan drug therapy. Drug Therapy (pengobatan dengan obat diabetes mellitus). Berdasarkan mekanisme kerjanya Obat Diabetes Mellitus dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan obat, jenis obat diabetes mellitus antara lain:
  • Insulin secretogogues, obat ini berfungsi untuk meningkatkan sekresi insulin dari pankreas, obat golongan ini dibagi menjadi dua yaitu golongan Obat golongan Sulfonylurea, tujuan pemberian obat ini adalah meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan biasanya diberikan pada penderita diabetes dengan berat badan normal. Contoh obat golongan sulfoniyurea adalah glibenklamid, glikasid, klorpropamid. Insulin secretogogues lain dari golongan Non sulfoniyurea. Obat gologan non  Non sulfoniyurea antara lain nateglinide dan repaglinide.
  • Biguanid, obat ini berfungsi untuk memperbaiki ambilan glukosa perifer dan mengurangi produksi gula di hati, biasa diberikan pada pasien gemuk. contoh obat Biguanid adalah metformin.
  • Prandial Glucose Regulator, obat ini berfungsi untuk mengurangi hiperglikemi post prandial Inhibitor glukosidase alfa contohnya acarbose
  • Insulin sensitizers, berfungsi untuk meningkatkan kerja insulin
Perencanaan Pola Makan Penderita Diabetes Mellitus
Ada banyak sekali perencaan pola makan atau diet bagi penderita diabetes mellitus yang dikenal untuk penderita diabetes melitus antara lain diet-B, diet-B1, diet B-puasa, Diet B-3 dan masih banyak lagi. Secara umum  diet diabetes melitus adalah Karbohidrat 60-70%, Protein 10-15%, Lemak 20-25%, Kolesterol <300 mg/hari; serat 25 gram perhari.
Memang untuk pengobatan dan penyembuhan diabetes dengan metode diet sangat ketat, oleh karena itu diperlukan displin dari penderita dan dukungan dari keluarga agar program diet diabetes dapat berjalan dengan baik. Diet dan Asupan kalori pada penderita diabetes mellitus mengacu pada pertumbuhan, status gizi penderita, umur, Stress akut, dan Latihan fisik yang dijalani oleh penderita yang bersangkutan.

Tips diet diabetes melitus

untuk meningkatkan keberhasilan diet berikut sedikit tips dari Berbagai Informasi untuk anda;
  • Untuk asupan karbohidrat / nasi, sebaiknya makanlah nasi yang sudah di masak dua kali, nasi yang dimakan jangan nasi yang baru dimasak. Dinginkan nasi tersebut lalu kukus kembali hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kadar gula dalam nasi.
  • Dukungan keluarga juga sangat penting, selain untuk membantu mendisiplinkan penderita, keluarga dapat membantu dengan menimbang nasi yang akan dimakan disesuaikan dengan kebutuhan penderita.
Olahraga untuk penderita diabetes mellitus
latihan fisik atau olah raga untuk penderita diabetes mellitus harus dilakukan secara teratur yaitu 3-4x tiap minggu latihan selama 30 menit. Latihan fisik ini dikenal dengan istilah CRIPE (Continous, Rhythmical, Interval, Progressive, Endurance Training) dimana sasaran latihan ini adalah 75-80% dari denyut nadi maksimal.

Next Post: Pengobatan alami sembuhkan luka diabetes yang sudah kering

Posted by: Polobye Sidauruk
Berbagi Informasi Updated at: 19.46

0 komentar:

Posting Komentar